Baperlitbangda Rintis Website SIPBM

Administrator 2017-04-16 21:41:29 Sipbm SIPBM

Brebes - Untuk menyebarluasan informasi terkait Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) bagi masyarakat, Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Baperlibangda) dalam waktu dekat ini akan meluncurkan website tersebut. Jumat (17/3). 
Kabid Pemerintahan, Sosial dan Budaya (Pemsosbud)  Baperlitbangda Khaerul Abidin mengatakan, pihaknya memang sudah menyiapkan konten materi, tim kontributor berita SIPBM, termasuk juga membuatkan profil hasil SIPBM terbaru ini.
" Website Baperlitbangda sendiri sebenarnya sudah ada dan online, tapi khusus SIPBM nantinya akan di buatkan menu dan berada disub online Baperlitbangda ini, semoga bisa memberikan manfaat sekaligus memudahkan skpd yang lain jika ingin mengetahui, dan menjadikan referensi kebijakan melalui sumber data ini," katanya. 
Lanjut khaerul, untuk menghasilkan Perencanaan yang baik harus berbasis pada data yang akurat. SIPBM merupakan Prosedur pengumpulan data anak usia 0-18 tahun DARI MASYARAKAT yang dilaksanakan OLEH MASYARAKAT dan UNTUK DIMANFAATKAN MASYARAKAT guna mengetahui permasalahan pembangunan di tingkat desa dan mencari cara untuk mengatasinya.
Esensi dari program SIPBM adalah pelibatan masyarakat lokal dalam proses pendataan dan penyusunan kegiatan di masyarakat guna menyelesaikan masalah pendidikan di wilayahnya. Sehingga secara sederhana dapat dikatakan bahwa SIPBM adalah program pendataan berbasis aksi.
Data yang dikumpulkan bersumber dari masyarakat yang dilakukan secara sensus atas satuan wilayah administratif dan unit analisisnya adalah keluarga. Artinya, pendataan dilakukan kepada seluruh keluarga dan anggota keluarga yang berada dalam satuan wilayah administratif tertentu.
Hal itu dimaksudkan guna memperoleh informasi meliputi, berapa banyak anak Pra-Sekolah yang akan sekolah (0-6 tahun)? Berapa banyak anak usia sekolah (7-18 tahun) yang tidak bersekolah? Dimana anak yang tidak sekolah? Dan mengapa anak tidak sekolah? Di samping itu, ditambahkan pula beberapa informasi lainnya yang dianggap penting seperti, kepemilikan akte kelahiran, konsumsi garam yodium keluarga, pekerjaan ekonomi orang tua, jarak ke sekolah, alat transportasi yang digunakan ke sekolah dan lainnya.
Setelah pengumpulan data selesai dilakukan, maka pertanyaan tentang “apa yang diperlukan untuk membawa anak ke sekolah” ditindaklajuti dalam bentuk penyusunan rencana aksi bersama masyarakat. Maksudnya, data yang telah dihasilkan, dikembalikan lagi ke masyarakat untuk diamati dan dianalisa sehingga masyarakat dapat secara mandiri menyelesaikan beberapa persoalan pendidikan di wilayahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Konsep di atas menggambarkan bahwa SIPBM merupakan rangkaian kegiatan dari pengambilan data sampai penyusunan dokumen perencanaan. Proses ini tidak bisa sekedar dimaknai sebagai proses pengambilan data saja. Proses pengambilan data dan validitas data yang dihasilkan memang merupakan satu hal penting dalam kegiatan ini. Selain itu diperlukan juga ketrampilan dan analisis yang kuat untuk menghasilkan sebuah dokumen perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas. (BU)